Showing posts with label elektronika. Show all posts
Showing posts with label elektronika. Show all posts

Friday, January 12, 2018

Line Follower dengan Atmega16

Robot Line Follower adalah sebuah robot yang dapat mengikuti garis pada suatu bidang datar. Robot Line Follower ada dua jenis yaitu robot line follower analog dan robot line follower digital, perbedaan yang terlihat jelas antara kedua jenis robot ini yaitu pada robot line follower (LF) analog tidak menggunakan program sedangkan robot LF digital dijalankan menggunakan program. 

mikrokontroler

Disini kita akan membahas tentang LF digital yang dijalankan menggunakan program. Dalam membuat line follower ada 3 bagian penting;

  1. Modul elektronik robot line follower terdiri dari rangkaian pengendali utama (main controller), rangkaian sensor, dan rangkaian driver.
  2. Modul Mekanikal bagian mekanikal dari robot line follower merupakan bagian penggerak dari robot line follower yang terdiri dari dinamo/motor, gear box dan roda.
  3. Modul Program/firmware merupakan salah satu bagian terpenting dari robot line follower yang menggunakan microkontroler. 
LF yang saya buat ini menggunakan input sensor photodioda, pengendali utama menggunakan atmega16 dan modul driver menggunakan IC L293D. 

berikut adalah shortcode yang saya gunakan:

#include <io.h>

void diam()
{
PORTB.0=0;
PORTB.1=0;
PORTB.2=0;
PORTB.3=0;
PORTD.0=0;
PORTD.1=0;
PORTD.2=0;
}
void maju()
{
PORTB.0=0;
PORTB.1=1;
PORTB.2=0;
PORTB.3=1;
PORTD.0=0;
PORTD.1=1;
PORTD.2=0;
}
void kiri()
{
PORTB.0=0;
PORTB.1=0;
PORTB.2=0;
PORTB.3=1;
PORTD.0=1;
PORTD.1=0;
PORTD.2=0;
}
void kiri_banting()
{
PORTB.0=1;
PORTB.1=0;
PORTB.2=0;
PORTB.3=1;
PORTD.0=1;
PORTD.1=0;
PORTD.2=0;
}
void kanan()
{
PORTB.0=0;
PORTB.1=1;
PORTB.2=0;
PORTB.3=0;
PORTD.0=0;
PORTD.1=0;
PORTD.2=1;
}
void kanan_banting()
{
PORTB.0=0;
PORTB.1=1;
PORTB.2=1;
PORTB.3=0;
PORTD.0=0;
PORTD.1=0;
PORTD.2=1;
}

void main(void)
{
DDRA=(1<<DDA7) | (1<<DDA6) | (1<<DDA5) | (1<<DDA4) | (1<<DDA3) | (0<<DDA2) | (0<<DDA1) | (0<<DDA0);
PORTA=(0<<PORTA7) | (0<<PORTA6) | (0<<PORTA5) | (0<<PORTA4) | (0<<PORTA3) | (0<<PORTA2) | (0<<PORTA1) | (0<<PORTA0);
DDRB=(1<<DDB7) | (1<<DDB6) | (1<<DDB5) | (1<<DDB4) | (1<<DDB3) | (1<<DDB2) | (1<<DDB1) | (1<<DDB0);
PORTB=(0<<PORTB7) | (0<<PORTB6) | (0<<PORTB5) | (0<<PORTB4) | (0<<PORTB3) | (0<<PORTB2) | (0<<PORTB1) | (0<<PORTB0);
DDRD=(1<<DDD7) | (1<<DDD6) | (1<<DDD5) | (1<<DDD4) | (1<<DDD3) | (1<<DDD2) | (1<<DDD1) | (1<<DDD0);
PORTD=(0<<PORTD7) | (0<<PORTD6) | (0<<PORTD5) | (0<<PORTD4) | (0<<PORTD3) | (0<<PORTD2) | (0<<PORTD1) | (0<<PORTD0);

while (1)
      {
       switch(PINA)
       {
       case 0b00000000 : kiri_banting();break;
       case 0b00000010 : maju();break;
       case 0b00000110 : kiri();break;
       case 0b00000100 : kiri_banting();break;
       case 0b00000011 : kanan();break;
       case 0b00000001 : kanan_banting();break;
       default : break;
       }
      }
}

SEKIAN DAN SELAMAT MENCOBA

Membuat Kalkulator Sederhana dengan Atmega16

   Pada ulasan berikut ini saya akan membahas tentang cara membuat kalkulator sederhana menggunakan atmega16. Pada umumnya fungsi kalkulator sendiri adalah sebagai alat bantu kita dalam proses perhitungan agar lebih mudah dan cepat, disini saya akan membuat kalkulator sederhana dengan output LCD yang berfungsi sebagai penampil yang digunakan untuk status kerja dan dengan input keypad matrik yang berfungsi sebagai masukan yang nantinya akan kita gunakan.

Berikut adalah tampilan skematik dari proteus;

mikrokontroler

Berikut adalah  listing program dari aplikasi kalkulator menggunakan atmega16;

#include <mega16.h>
#include <delay.h>;
#include <lcd.h>;
#include <stdlib.h>;
#include <math.h>;
#define scanKeypad 1
#define stopScan 0
// Alphanumeric LCD Module functions
#asm
.equ __lcd_port=0x15 ;PORTC
#endasm
#include <lcd.h>;
int bacaKeyPad(void);
float kalkulator(void);
int operand1 = 0 , operand2 = 0 ;
float hasil = 0 ;
char kode=0 , bufferLCD[50] ;
void main(void)
{
PORTA=0x00;
DDRA=0x0F;
PORTC=0x00;
DDRC=0x00;
lcd_init(20);
while (1)
{
kalkulator();
};
}
//==================
int bacaKeyPad(void){
char StatusBaca = scanKeypad ;
while(StatusBaca==scanKeypad){
PORTA.0 = 1 ;
PORTA.1 = 0 ;
PORTA.2 = 0 ;
PORTA.3 = 0 ;
if(PINA.4 == 1){return 7 ; StatusBaca = stopScan;}
if(PINA.5 == 1){return 8 ; StatusBaca = stopScan;}
if(PINA.6 == 1){return 9 ; StatusBaca = stopScan;}
if(PINA.7 == 1){return 10; StatusBaca = stopScan;}
//==========================================
PORTA.0 = 0 ;
PORTA.1 = 1 ;
PORTA.2 = 0 ;
PORTA.3 = 0 ;
if(PINA.4 == 1){return 4 ; StatusBaca = stopScan;}
if(PINA.5 == 1){return 5 ; StatusBaca = stopScan;}
if(PINA.6 == 1){return 6 ; StatusBaca = stopScan;}
if(PINA.7 == 1){return 11; StatusBaca = stopScan;}
//==========================================
PORTA.0 = 0 ;
PORTA.1 = 0 ;
PORTA.2 = 1 ;
PORTA.3 = 0 ;
if(PINA.4 == 1){return 1 ; StatusBaca = stopScan;}
if(PINA.5 == 1){return 2 ; StatusBaca = stopScan;}
if(PINA.6 == 1){return 3 ; StatusBaca = stopScan;}
if(PINA.7 == 1){return 12; StatusBaca = stopScan;}
//==========================================
PORTA.0 = 0 ;
PORTA.1 = 0 ;
PORTA.2 = 0 ;
PORTA.3 = 1 ;
if(PINA.4 == 1){return 15; StatusBaca = stopScan;}
if(PINA.5 == 1){return 0 ; StatusBaca = stopScan;}
if(PINA.6 == 1){return 14; StatusBaca = stopScan;}
if(PINA.7 == 1){return 13; StatusBaca = stopScan;}
StatusBaca = scanKeypad ;
}
}
//==========================
float kalkulator(void)
{
int StatusBaca = scanKeypad ;
kode = bacaKeyPad();
if( kode < 10 ) // kalau angka 0-9 ditekan
{
operand1 = (operand1*10)+ kode ;
itoa(kode , bufferLCD); // rubah kode ke ASCII
lcd_puts(bufferLCD); //tampilkan kode operand1 yg ditekan
delay_ms(50);
}
//==========================
if( kode >; 9 &amp;amp;amp;&amp;amp;amp; kode < 16 ) // jika ditekan 10,11,12,13,14,15 (X, -, +, atau /)
{
if(kode == 10)lcd_putchar('/') ;
if(kode == 11)lcd_putchar('X') ;
if(kode == 12)lcd_putchar('-') ;
if(kode == 13)lcd_putchar('+') ;
operator = kode; // simpan operator yg dipilih
{
kode = bacaKeyPad();
if( kode < 10 )
{
operand2 = (operand2*10)+kode ;
itoa(kode , bufferLCD); // rubah kode ke ASCII
lcd_puts(bufferLCD); //tampilkan kode operand2 yg ditekan
delay_ms(50);
}
else if(kode == 14) //jika ditekan &amp;quot;=&amp;quot; laksanakan operasi
{
lcd_putchar('=');
if(operator == 10){ // jika ditekan '/'
hasil = operand1 / operand2 ;
}
if(operator == 11){ // jika ditekan 'X'
hasil = operand1 * operand2 ;
}
if(operator == 12){ // jika ditekan '-'
hasil = operand1 - operand2 ;
}
if(operator == 13){ // jika ditekan '+'
hasil = operand1 + operand2 ;
}
ftoa(hasil , 1 , bufferLCD); // rubah hasil ke string ( string adalah array berisi ascii diakhiri NULL )
lcd_puts(bufferLCD); // print hasil ke LCD
delay_ms(100);
kode = 0 ;
StatusBaca = stopScan ;
}
}
}
//==============================
return 0;
}


Cukup sekian dan selamat mencoba .

Seven Segmen Menggunakan Mikrokontroler

     Oke kali ini saya akan membahas tentang membuat rangkaian seven segmen menggunakan mikrokontroler .

     Seven segment adalah suatu segmen-segmen yang digunakan untuk menampilkan angka / bilangan decimal. Seven segment ini terdiri dari 7 batang LED yang disusun membentuk angka 8 dengan menggunakan huruf a-f yang disebut DOT MATRIKS. Setiap segment ini terdiri dari 1 atau 2 LED (Light Emitting Dioda). Ulasan kali ini membahas rangkaian sederhana seven segment menggunakan atmega 16, berikut ini skematik pada proteus ;

mikrokontroler

Berikut adalah coding dari program sederhana untuk menjalankan seven segment menggunakan atmega 16.
mikrokontroler

Hasil dari coding program tersebut adalah menjalankan seven segment sebagai rangkaian counter up yang berfungsi sebagai penghitung digital dari mulai nilai terendah yaitu 0.

Sunday, December 24, 2017

Membuat Runing LED atau LED Berjalan Dengan Mikro

    Kali ini saya akan membahas tentang Runing LED atau biasa disebut LED berjalan menggunakan Mikrokontroler. Pada awal pembuatan runing led atau led berjalan yang kita butuhkan adalah sebuah SISMIN (Sistem Minimum) sebagai pengendali dari sebuah rangkaian yang akan kita buat nanti, jika kalian bingung dengan pembuatan sismin bisa dilihat disini.

proteus led berjalan

    Pada rangkaian di atas yang digunakan sebagai pengendali adalah sismin yang menggunakan atmega 16, port yang digunakan sebagai keluaran atau output adalah port C0 sampai C7. Setelah membuat skematik dan simulasi berikutnya adalah membuat list program yang berfungsi untuk menjalankan skema yang kita buat di atas tadi berikut adalah list program yang saya buat.

led berjalan

     Setelah kita buat list program dan mengcompailnya di software yang biasa kita pakai seperti cvavr
atau bascom, dan selanjutnya bisa kita masukan ke dalam chip atmega yang ada di rangkaian sismin yang kita buat di skema rangkaian led berjalan yang kita buat diatas tadi, setelah itu kita bisa mencoba rangkaian yang kita buat tadi
     Sebenarnya rangkain led berjalan yang saya buat diatas bisa kalian buat sesuai kreatifitas kalian masing-masing.

Saturday, December 23, 2017

Sistem MInimum (SISMIN) Pada Mikrokontroler

     Sistem Minimun atau biasa disebut SISMIN adalah rangkaian elektronik minium yang diperlukan untuk beroprasinya IC pada mikrokontroler. Dalam mikrokontrolersistem minimum biasanya dihubungkan dengan rangkaian lain sesuai apa yang inginkan dalam membuat rangkaian mikrokontroler, maka tak jarang sistem minimum dibuat sefleksibel mungkin.

SISMIN MIKROKONTROLER

Berikut adalah bagian terpenting dalam proses pembuatan sistem minimum :
1. Power supply
2. osilator
3. ISP (In-System Programmable)
4. Rangkaian reset

1. powersupply
     Power supply atau biasa disebut catu daya sangat dibutuhkan disemua komponen elektronika. Biasanya mikrokontroler bekerja dalam tegangan 5 volt. Umumnya pembuatan catudaya pada mikrokontroler menggunakan IC regulator 7805 yang berfungsi menyetabilkan tegangan

2. osilator
     Untuk beroprasi mikrokontroler biasanya menggunakan osilator. umumnya mikrokontroler sudah memiliki osilator internal sebesar 8Mhz untuk mendapatkan kinerja yang lebih cepat maka dibutuhkanlah osilator eksternal (kristal) yang nilainya lebih dari nilai osilator internal. karna mikrokontroler hanya bisa bekerja sampai 16Mhz, maka memilih kristal untuk AVR tidak boleh melebihi 16mhz

3. ISP (In-System Programmable)
     Mikrokontroler dicptakan untuk diprogram, pemograman mikrokontroler secara seri ataupun pararel disebut dengan ISP jadi tidak memerlukan banyak jalur data. Dimana ada kelebihan disitu ada kekurangan, nah kekurangan ISP adalah jika salah setting fuse  bit yang memiliki fungsi fital misal pin reset di disable maka tidak bisa digunakan lagi. Untuk mengembalikan settingan fuse bit tadi harus menggunakan pemograman tipe parallel (hight voltage programming)

4. Rangkaian Reset
     Sebenarnya rangkaian Reset memiliki fungsi yang sama pada umumnya yaitu untuk merestart program awal. Dalam mikrokontroler fungsi reset sendiri adalah opsional boleh digunakan atau tidak tergantung keinginan pengguna.

Friday, November 24, 2017

Membuat Downloader Dalam Mikrokontroler

Assallmuallaikum.wr.wb

    Dalam dunia mikrokontroler downloader dapat digunakan untuk mengisi program kedalam chip mikrokontroler, dan alat ini bisa dikatakan sangat penting di dunia mikrokontroler karna fungsinya yang saya sebutkan di atas. Untuk kalian yang ingin mengetahui cara membuat downloader yuk langsung saja kita simak !

Komponen downloader:
1. Atmega 8
2. Led
3. Kristal
4. PCB
5. Reistor
6. Dioda zener
7. Kapasitor
8. Conector USB
9. Tulang ikan atau header

Pertama yang harus kalian lakukan adalah membuat skema rangkaian downloader itu sendiri, kalian bisa membuatnya di software seperti diptrace, proteus, dll

dowloader

Berikutnya adalah measukan komponen ke PCB dengan benar sesuai dengan skema/jalur yang kalian buat tadi, setelah itu kalian bisa mensoldernya dengan hati-hati.

Berikut adalah hasil dowloader yang saya buat.

hasil downloader

hasil downloader


Cara Membuat Adaptor

Assallamualaikum
Bicara soal adaptor mungkin alat ini sudah tidak asing lagi bagi kita karna adaptor ini sangat bermanfaat bagi kehidupan kita sehari-hari, misalnya untuk mencarger hanphone, laptop dll.

   Adaptor sendiri diartikan suatu alat yang di dalamnya ada rangkaian elektronika yang dapat mengubah tegangan AC menjadi DC. Nah disini saya akan mengulas cara membuat adaptor sederhana.

Komponen
1. Papan PCB
2. Kapasitor elko
3. IC regulator
4. Trafo/ transformator
5. Lcd sebagai penanda
6. Saklar
7. Dioda 
8. Resistor
9. Kabel jumper

     Pertama yang di lakukan adalah membuat sekema adaptor dahulu kalian bisa membuat skema di software seperti diptrace, proteus dll yang mana untuk membuat rangakaian kalur di PCB.

Berikutnya adalah memasang komponen kedalam pcb yang sudah diberi skema rangkaian adapter untuk langkah ini mohon diteliti dalam memasangnya jika salah maka bisa saja adptor tidak berfungsi, dan ketika sudah memasukan komponen dengan benar maka kalian bisa langsung mensoldernya agar sikaki atau pin komponen tersebut menempel atau berhubungan dengan jalur/skema rangkaian yang dibuat tadi.

Berukut ini adalah adaptor yang saya buat.

cara membuat adaptor

cara membuat adaptor

Mengenal Sofware DIPTRACE

assallamualaikum.wr.wb
kali ini saya akan membahas tentang sofware DIPTRACE, mungkian kalian sudah banyak atau sedikt mengetahui tentang sofware diptrace ini, apalagi bagi kalian yang suka dengan dunia elektronika mungkin sudah tidak asing lagi. Tanpa membuang banyak waktu yuk langsung saja mari kita simak !


DIPTRACE
   
     Diptrace adalah suatu software yang dirancang untuk memudahkan dalam membuat layout PCB. Diptrace juga memiliki library yang cukup lumayan banyak, fitur convert to PCB serta diptrace juga memiliki fitur auto routernya dan masi banyak fitur yang tersedia dalam diptrace

Berikut ini adalah bentuk tampilan diptrace

software diptrace





Itulah sedikit tampilan mengenai software diptrace, jika ada kesempatan waktu dipostingan berikutnya saya akan mengulas tentang turtorial memakai diptrace. Dan hanya itulah yang dapat saya sampaikan semoga informasi ini dapat bermanfaat buat kalian semua.

Apa Sih Komponen Aktif dan Komponen Pasif Itu ?

Assallamuallaikum.wr.wb

berikut ini saya akan jelaskan tentang komponen aktif dan komponen pasif di elektronik. Bagi yang penasaran yuk mari kita simak ulasan berikut ini !

komponen elektronik

Komponen Aktif  dan Komponen Pasif.

     Sebelum kita membahas komponen aktif dan komponen pasif, seperti yang kita sama-sama ketahui pasif dan aktif itu mempunyai arti yang berbeda mungkin tidak usah saya jelaskan lagi tentang pengertian aktif dan pasif. begitupun dengan komponen elektronika ada yang pasif dan aktif.

A. Komponen Aktif
     Komponen aktif merupakan komponen yang membutuhkan arus listrik untuk bekerja, arus listrik yang dibutuhkan bisa arus AC maupun arus DC. Seperti namanya komponen aktif berarti jika tidak dialiri arus listrik dalam rangkaian maka komponen tidak akan bekerja. Berikut ini adalah contoh komponen aktif.
  • Dioda
Dioda adalah sebuah komponen aktif yang terbuat dari bahan semikonduktor, dioda pada umumnya mempunyai dua elektroda (terminal) yaitu Anoda(+) dan Katoda(-), biasanya dioda seing digunakan sebagai penyearah dalam rangkaian elektronika.
  • Transistor
Transistor adalah komponen aktif yang terbuat dari bahan semikonduktor yang meiliki fungsi bermacam-macam seperti sebagai penguat, penyearah, pengendali, osilator, modulator, dan lain-lain.
tegangan dan arus tertentu pada ketiga elektrodanya.
  • Light Emitting Dioda (LED)
Light Emitting Diode merupakan salah satu keluarga dioda, tetapi dioda LED mempunyai keunikan sebagaimana dioda LED adalah satu-satunya jenis dioda yang memancarkan cahaya. Kenapa dioda LED di sebut sebagai komponen aktif ? karena untuk memancarkan cahayanya memerlukan tegangan dari arus tertentu untuk mengaliri kedua elektrodanya.
  •  IC (Integreted Circuit)

IC (Integreted circuit) di sebut juga komponen elektronika yang bersifat aktif yang terdiri dari gabungan transistor yang berjumlah ratusan bahkan jutaan transistor, register, dan komponen lainnya yang diintegrasi menjai sebuah rangkaian elektronika dalam bentuk kecil

B. Komponen pasif
     Komponen pasif yaitu komponen elektronika yang tidak memerlukan tegangan ataupun arus listrik agar dapat bekerja. Berikut adalah contoh komponen-komponen pasif.
  • Resistor
Resistor atau hambatan adalah komponen elektronika yang bersifat pasif yang memiliki fungsi untuk menghambat atau mengatur arus dalam suatu rangkaian elektronika, dan resistor atau hambatan mempunyai satuan nilai yaitu ohm.
  •  kapasitor
Kapasitor atau kondensator adalah komponen yang bersifat pasif yang dapat menyimpan energi dalam waktu sementara, dan kapasitor atau kondensator memiliki satuan nilai yaitu Farad.
  • Trafo atau Transformator
Trafo atau transformator aadalah komponen yang bersifat pasif dengan empat ujung, sepasang ujung disebut primer dan pasangan ujung lain disebut sekunder, dengan menggunakan fluks magnetik.

ok, sekian yang dapat saya sampaikan jikalau ada kesalahan atau kekurangan saya mohon maaf karna manusia tak luput dari kesalahan dan kekuranagan.
Wassallamuallaikum.wr.wb

Friday, October 13, 2017

Alat Ukur AVO Meter

assalammualaikim.wr.wb
Berikut ini saya akan jelaskan tentang alat ukur AVO Meter dan kegunaannya.
avo meter
AVO Meter digital

AVO Meter sesuai dengan namanya , A(Ampermeter) V(Voltmeter) O(Ohmmeter),
alat ukur ini biasanya digunakan untuk bidang kelistrikan dan elektronika,

Ampermeter pada alat ukur AVO meter biasanya digunakan untuk mengukur arus searah, cara mengukur arus searah ialah atur terlebih dahulu switch selector pada posisi DCA (Direct Current Ampere) yang berfungsi mengukur arus searah, selanjutnya letakan ke dua probe di rangkaian yang akan di ukur, karena saya menggunakan AVO meter digital jadi haslnya bisa langsung terlihat

Berikutnya adalah Voltmeter pada alat ukur AVO meter biasanya digunakan untuk mengukur besarnya tegangan pada sumber listrik DC maupun AC, cara menggunakannya ialah seperti biasa atur switch selector pada posisi ACV atau DCV sesuai kebutuhan kalian, selanjutnya bisa langsung meletakan kedua probe ke tempat sunber listrik secara langsung.

Dan yang terakhir adalah Ohmmeter pada alat ukur AVO meter biasanya digunakan untuk mengetahui nilai hambatan pada komponen-komponen elektronika seperti resistor, transistor diodal dan lain-lain, bukan hanya digunakan untuk mengetahui nilai hambatan Ohmmeter biasanya juga digunakan untuk mengetahui kondisi kabel apakah masi bagus atau sudah putus. Cara menggunakannya adalah seperti biasa atur switch selector di Ohm dan letakan kedua probe di komponen yg hendak diukur, dan perlu diingat juga jika mengukur suatu hambatan komponen, komponen tersebut harus terbebas dari adanya arus listrik.

Sekian yang dapat saya sampaikan kurang lebihnya saya mohon maaf karna saja masi dalam tahap pembelajaran, akhir kata Wassallamualaikum.wr.wb